--> Bisnis Dropshipper, Cara Jualan Online di Marketplace Tanpa Punya Produk
Home Bisnis

Banyak orang-orang yang bertanya kepada saya tentang bisnis online, tentang bisnis yang saya jalani, berapa dolar yang saya dapatkan setiap bulannya. Saya malu kalau harus ngomong soal penghasilan. Masalahnya saya masih newbie, buat saya cukup bayar cicilan si kuda besi sama modal pacaran sudah cukup.

Saya juga bosan dengan orang-orang yang bertanya pendapatan dan jarang menanyakan tips atau cara yang tepat dalam berbisnis online. Mungkin mereka tidak tau bahwa banyak yang gagal karena terlalu memikirkan pendapatan. Kerja dulu, hasilnya bakal nyusul kok!

Bisnis Dropshipper, Cara Jualan Online di Marketplace Tanpa Punya Produk

Nah, bicara tentang bisnis online modal kecil untuk besar, atau bisnis tanpa modal. Saya mau berbagi informasi tentang bisnis dropshipper. Apakah tanpa modal? Tergantung masing-masing yang mengartikan.

Pengertian dropshipper

Dropshipper bisa juga disebut reseller, atau dengan kata lain adalah pemasok barang dari seller ke pembeli. Reseller tidak menyimpan barang, melainkan barang tersebut di-supply dari seller/grosir.

Singkatnya, dropshipper itu menjual barang orang lain dan mengambil keuntungan dari selisih harga. Seller akan mengirim barang yang telah dibeli kepada pembeli dengan nama pengirim sebagai dropshipper.

Sudah paham dong? Ok, berikut tips memulai bisnis dropshipper.

1. Modal

Modal tentu hal paling utama, memang semuanya saling ketergantungan bukan cuma modal. Tapi modal adalah langkah awal untuk menentukan bisnis dropship yang akan kita jalani, produk apa yang akan kita pilih nanti. Dan, itu semua bisa ditentukan dari ketersediaan modal.

2. Gadget dan internet

Dropship merupakan salah satu bisnis online favorit, tentu memerlukan gadget dan internet. Hari gini, berbisnis memang harus punya gadget dan koneksi internet.

3. Pilih marketplace

Di Indonesia marketplace sudah menjamur, ada Tokopedia, Bukalapak, Shopee dan lain sebagainya. Kamu pilih salah satu saja, pilih mana yang menurut kamu paling bagus, dan paling paling lainnya. Jika sudah, kamu bisa mendaftar dan membuat toko online kamu sendiri.

4. Riset produk

Disini sudah kelihatan bahwa peran modal itu amat penting. Jika kamu punya modal minim, sebaiknya pilih produk yang harganya murah, juga memiliki minat pasar yang tinggi. Jika kamu punya modal besar, tidak ada salahnya kamu memilih produk yang nilainya lebih tinggi.

5. Fokus pada satu produk

Jika kamu suka olahraga, mungkin kamu bisa fokus ke produk-produk olahraga. Tentunya produk tersebut lebih kamu kuasai ketimbang produk-produk kategori lain. Jangan semua produk yang muncul di halaman rekomendasi ingin kamu jual. Haha.

6. Fokus pada beberapa toko saja

Saat mencari produk, jangan lupa melihat toko yang menjual produk tersebut. Lihat informasi tentang toko, reputasi toko tersebut. Jika menurut kamu bagus, chat pengurus toko dan tanyakan apakah kamu bisa menjadi dropshipper mereka, setidaknya meminta izin dulu. Usahakan kamu menjual produk dari maksimal 3 toko saja.

7. Jangan terlalu banyak upload produk

Saat ini dropshipper bisa meng-upload ribuan produk dalam satu malam, tentunya dengan dibantu tools marketing. Jika kamu pemula, sebaiknya jangan! Hal itu akan membuat kamu sulit mengelola toko. Alhasil bisa merusak reputasi toko, setidaknya pembeli memberikan review low respon kepada toko kamu.

Saya sendiri biasanya upload maksimal 15 produk saja per toko. Punya berapa toko emangnya? Maksimal 3 saja. Manajemen toko mudah dikelola jika kita tidak membabi buta. Punya banyak produk dan toko tak menjamin hasilnya banyak pula, kecuali kamu punya tim.

Bagaimana memajukan toko? Hal ini tentu tergantung cara masing-masing, punya modal bisa promosi. Bisa juga dengan teknik upload produk yang tepat karena informasi produk juga bagian dari promosi gratis.

Ada pertanyaan? Silahkan coret-coret di kolom komentar.

Baca juga :

Tidak ada komentar

Posting Komentar

to Top